Museum Fatahillah

4 min read

Jakarta dikenal sebagai Ibu kota Indonesia yang mempunyai kisah sejarah yang erat pada zaman Belanda. Kisah tersebut dapat dilihat di museum-museum yang tersebar di Ibu kota ini. Salah satunya adalah Museum Fatahillah.

Museum Fatahillah yang berada di kawasan Kota Tua ini memiliki inti sejarah saat pemerintahan kolonial Belanda. Museum ini memiliki gaya arsitektur klasik, perpaduan Eropa, Tiongkok dan Indonesia.

Apakah kalian sudah pernah ke sini? Atau mungkin hanya berkeliling dan menikmati suasana bangunan kota tua aja? Nah, kali ini mimin akan membahas apa aja sih yang membuat museum ini menarik dan patut kalian kunjungi.

Lokasi Museum Fatahillah

museum fatahillah penjara bawah tanah

Museum ini berada di kawasan Kota Tua, alamat tepatnya di Jl Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Disini pengunjung bisa menelusuri berbagai peninggalan sejarah kota Jakarta dari zaman prasejarah hingga ke masa setelah kemerdekaan.

Gedung museum ini awalnya adalah Balai Kota pada tahun 1710. Pada masa selanjutnya, gedung ini mengalami beberapa peralihan fungsi hingga akhirnya diresmikan menjadi museum pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta.

Tiket Masuk Museum Fatahillah

Berikut adalah harga tiket berkunjung ke museum ini:

  • Dewasa Rp 5.000,-
  • Pelajar/Anak-anak Rp 2.000,-
  • Mahasiswa Rp 3.000,-

Jika berkunjung bersama rombongan keluarga atau grup minimal 30 orang, kalian bisa membayar tiket dengan harga yang lebih murah, yaitu:

  • Dewasa Rp 3.750,-
  • Pelajar/Anak-anak Rp 1.500,-
  • Mahasiswa Rp 2.250,-

Tiket masuk museum ini terbilang murah dan terjangkau untuk wisata edukasi sejarah di Kota Jakarta. Bagi kalian yang berkunjung bersama keluarga, tempat ini cukup ramai dan menyenangkan.

Untuk pengunjung yang hanya ingin menikmati halaman museum, kalian tidak dipungut biaya tiket masuk guys. Di halaman museum kita bisa menikmati suasana gaya bangunan tempo dulu.

Jam Buka Museum Fatahillah

museum fatahillah portrait

Sama dengan museum lainnya, museum ini hari Senin juga libur. Jam operasionalnya adalah mulai hari Selasa-Minggu jam 09.00 – 15.00 WIB. Pada hari libur nasional museum tidak beroperasi.

Untuk pengunjung yang hanya ingin menikmati suasana sekitar museumnya, halaman dan kompleks museum tidak ada batas waktu kunjungan. Kalian bisa wisata di sekitaran museum setiap hari tanpa dibatasi jam operasionalnya.

Rute Menuju Museum Fatahillah

Museum ini terletak di kawasan Kota Tua. Menuju kawasan ini sangatlah mudah, pengunjung disarankan menggunakan transportasi umum saja. Karena jika kalian menggunakan kendaraan pribadi takutnya akan terjebak macet.

Kalian bisa menggunakan commuter line dengan tujuan stasiun Jakarta kota. Lalu dilanjutkan dengan berjalan sekitar 400 meter menuju kawasan Kota Tua. Mudah kan untuk ke kawasan ini. Coba bayangkan jika menggunakan mobil, pasti terjebak macet, apalagi saat hari libur.

Fasilitas Museum Fatahillah

Museum ini dilengkapi dengan perpustakaan yang memiliki koleksi buku sekitar 1.200. Juga ada ruangan yang dinamakan Sinema Fatahillah, diruangan ini film dokumenter pada zaman Batavia ditampilkan.

Selain itu, ada Kantin Museum yang menyajikan kuliner khas Betawi. Kemudian ada ruang pertemuan dan pameran dengan kapasitas 150 orang untuk berbagai kegiatan.

Kunjungi Juga: Wisata Kota Tua Jakarta, Tempat Paling Instagramable

Daya Tarik Wisata Museum Fatahillah

museum fatahilah kota tua

Jika kalian ingin pergi ke sini, mari kita lihat berbagai hal yang membuat museum ini menarik dan layak untuk dikunjungi.

1. Sejarah Museum Fatahillah

Gedung ini dibangun oleh kolonial Belanda, pembangunan dilakukan oleh gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen di tahun 1620. Lalu diresmikan oleh gubernur Jenderal Abraham Van Riebeek di tahun 1710.

Di Zaman Belanda dulu, museum ini adalah balai kota Batavia yang menjadi pusat aktivitas rakyat di abad ke 17-19. Tempat ini juga dijadikan tempat pelaksanaan hukuman mati dan pembantaian massal.

Pada tahun 1942-1945 digunakan untuk pengumpulan logistik saat jepang menduduki Jakarta. Setelah kemerdekaan, dialih fungsikan menjadi markas komando militer kota dari tahun 1952-1968.

2. Koleksi di Museum Fatahillah

Apa koleksi yang dimiliki ? Museum ini memiliki berbagai macam koleksi menarik dengan nilai sejarahnya sendiri. Benda bersejarah yang bisa kalian lihat disini ada sekitar 23.500 benda. Diantarnya ada yang asli dan hanya replika.

Di sini ada benda bersejarah berupa prasasti ciaruteun peninggalan kerajaan Tarumanegara. Pengunjung juga bisa melihat patung Dewa Hermes. Lalu ada koleksi alat pertukangan dan berbagai senjata di zaman prasejarah yang tersimpan rapi.

3. Tata Letak Koleksi

Mari kita bahas bagaimana penataan koleksi di museum ini. Agar museum terlihat menarik, tata letak di museum ini diurutkan berdasarkan periode asalnya.

Mengikuti dinamika masyarakat yang menginginkan perubahan agar tidak tenggelam di suasana museum yang membosankan, tata letaknya didesain semenarik mungkin, dengan menambahkan pencahayaan di tempat yang strategis.

Koleksi di museum ini ditunjukkan dalam bentuk display. Sehingga memerlukan banyak koleksi yang berhubungan dengan sejarah Jakarta tempo dulu. Dengan dukungan secara grafis, penyampaian informasinya mudah dipahami.

Baca Juga: Monumen Nasional atau Monas Jakarta, Aktifitas Seru dan Edukasi Sejarah

4. Ruang Museum Fatahillah

Gedung yang dulunya adalah balai kota ini memiliki ruang tahanan pada masa VOC dan menjadi penjara utama di kota Batavia. Penjara bawah tanah dibagi menjadi dua, penjara pertama khusus untuk tahanan yang bisa membayar ruang tahanan.

Penjara kedua terletak di bawah gedung, kondisinya sangat buruk karena tidak memiliki ventilasi dan kurangnya pencahayaan. Bahkan banyak tahanan yang mati sebelum diadili karena menderita penyakit dan kehabisan oksigen.

5. Cerita Mistis dan Mitos

Karena museum ini adalah peninggalan zaman Belanda dan tempat penyiksaan para pejuang kita dulu, tempat ini tak lepas dari cerita mistis dan keangkerannya. Konon katanya pusat angker tempat ini adalah ruang bawah tanah.

Ada beberapa penampakan di ruang tersebut, salah satunya sesosok bayangan hitam yang tampak menyeramkan. Lalu ada anak kecil dan juga noni Belanda.

Disini ada beberapa larangan yang harus pengunjung patuhi. Salah satunya, dilarang membuat kegaduhan dan berkata kotor. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan lebih baik kalian menjaga sikap ya guys.

Selain itu, saat berkunjung ke museum ini kalian bisa melakukan aktivitas dan melihat beberapa atraksi yang ada di sana, diantaranya adalah:

museum fatahillah dulunya merupakan gedung

Sewa Sepeda Kuno

Kalian bisa menemui sepeda kuno yang antik berlalu-lalang di halaman. Disana banyak penyewaan sepeda. Jika ingin mencoba menaiki sepeda ontel tersebut, kalian bisa menyewanya.

Kalian bisa berkeliling di sekitar halaman museum menggunakan sepeda ontel seperti zaman dahulu. Sepeda tersebut disewakan lengkap dengan atributnya seperti topi.

Berfoto dengan Seniman Setempat

Di halaman museum ini, kalian bisa menemui sesuatu yang unik dari seniman setempat. Para seniman tersebut memakai kostum dengan beberapa karakter untuk menghibur kalian.

Jika kalian ingin berfoto bersama, kalian bisa memilih beberapa karakter sesuai keinginan. Untuk berfoto ini kalian cukup membayar seikhlasnya untuk diberikan kepada seniman tersebut.

Lihat Juga: 6 Daya Tarik Di Seaworld Ancol yang Memikat Hati

Wisata Bangunan Tua

Museum Fatahillah merupakan salah satu bangunan yang ada di lingkungan Kota Tua. Kebanyakan bangunan dan gedung disana adalah peninggalan dari zaman penjajahan Belanda.

Di lingkungan tersebut banyak bangunan dan gedung berjajar dengan nuansa Eropa klasik. Kalian bisa menikmati suasana seperti di Eropa tempo dulu, untuk sekedar berkeliling atau mengambil gambar.

Edukasi Sejarah Jakarta

Museum ini, tidak hanya menyimpan dan merawat koleksinya saja, tapi disini pengunjung bisa menambah wawasannya mengenai sejarah kota Jakarta dulu.

Di museum ini informasi mengenai sejarah Jakarta dikemas semenarik mungkin dan mudah dipahami. Tentunya ini sangat berguna untuk kalian yang kesini bersama teman, keluarga dan kerabat.

Kegiatan Kampung Betawi

Program ini diharapkan selalu ada tiap tahun di lingkungan museum ini. Kegiatannya diisi dengan pagelaran Budaya Betawi yang tentunya edukatif untuk kalian.

Pada kegiatan ini, kalian akan dikenalkan bagaimana terbentuknya masyarakat Betawi zaman dahulu, misalnya dari budaya Arab, Persia atau Cina. Di acara ini ada juga Festival kuliner, bazar dan pameran kreatif.

Menonton Boneka Tali

Pertunjukan ini dimainkan oleh seniman tua di pelataran museum. Atraksinya ditampilkan saat menjelang sore hingga malam hari.

Boneka-boneka tersebut digerakkan menggunakan tali dan bergerak sesuai irama musik yang di putar. Biasanya banyak pengunjung yang berkerumun mengelilingi sang seniman untuk melihat boneka menari.

Menikmati Jajanan di Sekitar Museum

Nah, bagi pengunjung yang ingin berwisata edukasi tapi juga ingin berwisata kuliner, di area pelataran museum ini kalian bisa mendapatkan berbagai macam jajanan dan camilan, dengan harga yang terjangkau.

Pedagang juga menyediakan tikar atau alas untuk pengunjung yang ingin membeli dan memakannya disana. Tentu saja ini menarik karena kalian tak perlu takut kelaparan.

Wisata Malam

Wisata malam ini dimulai pukul 19.00 WIB dan dibatasi hanya untuk 10 orang. Kalian akan berjalan kaki menyusuri area gedung tua. Kegiatan ini diakhiri pada pukul 23.00 WIB.

Saat berkeliling, pemandu akan menjelaskan mengenai sejarah dari bangunan dan kejadian unik di tempat tersebut. Tarif untuk wisata malam ini adalah Rp 225.000,- per orang.

Simak Review: Taman Cattleya, Wisata Pelepas Penat di Tomang Jakarta Barat

Nah, itulah ulasan singkat tentang Museum Sejarah Jakarta atau yang dikenal dengan Museum Fatahillah. Di museum ini kalian bisa menikmati berbagai macam jejak sejarah yang unik dan bisa menambah edukasi tentunya.

Menarik kan guys? Museum ini bisa kalian masukkan ke dalam list wisata edukasi yang patut dikunjungi bersama teman ataupun keluarga.

Wisata Trenggalek

Indah Andini
7 min read

Wisata Tulungagung

Indah Andini
7 min read

Wisata Mojokerto

Fitria
7 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *