Taman Nasional Wakatobi

8 min read

Taman Nasional Wakatobi

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Demi menjaga kelestarian sumber daya alam, pemerintah melakukan beragam cara. Termasuk mengelolanya menjadi sebuah destinasi wisata.

Destinasi wisata ini dibentuk bukan semata hanya karena uang, tapi juga untuk mengenalkan keindahan Indonesia pada masyarakat luas. Sehingga masyarakat terketuk untuk melestarikan dan belajar banyak hal dari alam.

Kalau kamu tertarik untuk menikmati keindahan alam Indonesia juga, jangan hanya berkunjung ke destinasi wsiata yang sedang hits. Cobalah datang ke tempat yang benar-benar membuat kamu bisa berinteraksi dengan alam.

Salah satunya berkunjung ke taman nasional.

Ada sekitar 50 taman nasional yang tersebar di seluruh Indonesia. Taman nasional ini ada di setiap pulau di Indonesia. Jangan bayangkan taman nasional itu sebagai hutan lebat ya.

Taman nasional adalah satu kawasan pelestarian alam yang dibuat oleh pemerintah. Ekosistem yang berada di taman nasional merupakan ekosistem asli. Flora dan fauna yang ada di taman nasional dilindungi karena sebagian besar keberadaanya hampir punah.

Salah satu taman nasional yang perlu kamu kunjungi adalah Taman Nasional Wakatobi. Tidak hanya menawarkan keindahan alam di darat, Waktobi juga adalah surganya pencinta lautan. Kamu akan berdecak kagum melihat bawah lautnya.

Lokasi Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi berada di zona lepas pantai Provinsi Sulawesi Tenggara. Lebih tepatnya berada di antara Laut Banda dan Laut Flores.

Taman Nasional Wakatobi ini terdiri dari empat pulau besar dan beberapa pulau kecil. Masing-masing pulau memliki ukuran yang berbeda-beda.

Taman nasional ini ditetapkan sejak tahun 1996. Luasanya bisa mencapai 1,39 juta hektar. Di sini kamu benar-benar bisa melihat keanekaragaman hayati secara langsung.

Rute menuju Taman Nasional Wakatobi

Dari pulau utama, kamu harus melalui Kepulauan Buton supaya sampai di Taman Nasional Wakatobi. Karena letaknya yang berada terpisah dari pulau utama, kamu bisa menggunakan kendaraan melalui dua jalur. Keduanya adalah jalur laut atau jalur udara.

Jika kamu memilih menggunakan kapal untuk menuju ke sana, kamu harus mampir di pelabuhan Makassar. Dari sana ada kapal yang bisa mengantar kamu langsung ke Wakatobi. Sayangnya waktu yang diperlukan cukup lama.

Sementara kalau kamu ingin cepat sampai, kamu bisa memilih jalan melalui udara. Ada pesawat kecil yang siap mengantar kamu. Tentu saja waktu yang dibutuhkan lebih singkat dibanding menggunakan kapal.

Awalnya penerbangan menuju Wakatobi melalui udara harus berangkat dari Kendari maupun Makassar. Namun sejak tahun 2016, dibuka penerbangan langsung menggunakan pesawat besar. Kamu bisa langsung terbang dari Bali atau Jakarta ke Wakatobi.

Tiket masuk Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi merupakan kawasan konservasi. Jadi jika kamu berniat mengunjunginya, kamu memerlukan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau SIMAKSI.

SIMAKSI dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional. Kamu bisa mendaftarkan diri secara online untuk bisa mendapatkan SIMAKSI ini. Ada beberapa data dan ketentuan yang harus kamu isi agar bisa lolos dan mendapatkan SIMAKSI.

Kamu bisa mengisi data di http://wakatobinationalpark.com/simaksi/user agar memperoleh SIMAKSI. Sementara itu harga tiket masuk Taman Nasional Wakatobi sebesar Rp160.000 per orang. Harga tiket ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Tapi sebaiknya saat kamu berkunjung ke Taman Nasional Wakatobi, gunakanlah jasa agen wisata. Travel agent ini akan mengurus semuanya. Termasuk jadwal kunjungan kamu ke tempat-tempat kece di Wakatobi.

Harga paket wisata di Wakatobi dimulai dari Rp2 jutaan per orang. Tergantung pada fasilitas yang kamu inginkan serta berapa lama waktu yang akan kamu habiskan di Wakatobi.

Mungkin kedengerannya agak mahal. Tapi kamu enggak perlu ribet lagi mengurus semuanya.

Jam Buka Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi ini merupakan bentang alam yang bebas. Sehingga tidak terbatas pada jam kunjungan.

Kamu bisa mengunjunginya kapan pun.

Buka 24 jam menjadikan objek wisata ini menjadi pilihan yang fleksibel. Apalagi jika kamu mengunjunginya secara berkelompok.

Fasilitas di Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi sudah menjadi destinasi wisata yang mendunia. Tak heran jika fasilitas yang tersedia di sini cukup lengkap. Kamu tidak perlu khawatir soal fasilitas.

Fasilitas umum cukup lengkap di sini. Bahkan transportasi juga memadai. Kamu bisa menyewa kendaraan sendiri atau pun berjalan-jalan menggunakan taksi.

Penginapan juga cukup menjamur di Wakatobi. Rata-rata penginapan menerapkan harga sebesar Rp100.000 hingga Rp500.000 per malam. Kamu tinggal pilih yang sesuai dengan budget kamu.

Baca Selengkapnya: 9 Aktivitas Seru di Pantai Losari (Gratis tapi Keren Abis)

Daya Tarik Taman Nasional Wakatobi

Nama Wakatobi merupakan akronim dari empat pulau besar yang ada di Sulawesi Tenggara. Keempatnya adalah Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Keindahan alam yang paling populer di Wakatobi adalah keindahan bawah lautnya. Cerita soal keindahan ini bahkan menjadikan Wakatobi sebagai destinasi wisata favorit para penyelam.

Latar belakang Wakatobi yang bergantung pada wisata bahari membuat pemerintahnya giat mengembangkan sektor wisata. Pemerintah sendiri telah membagi Taman Nasional Wakatobi ke dalam tiga zona wisata bahari.

Pertama coastal zone atau daerah pantai.

Kedua sea zone yang mengutamakan wisata dari pulau ke pulau dengan menggunakan yacht atau cruise. Dan yang ketiga adalah underwater zone, zona wisata bawah laut.

Berdasarkan pembagian zona tersebut, ada 9 hal menarik yang bisa kamu lakukan saat berkunjung nanti. 9 hal ini jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

1. Snorkeling dan Diving

Snorkeling dan Diving
https://www.instagram.com/wulanrussell/

Di Taman Nasional Wakatobi terdapat 750 koral dari total 850 spesies koral di dunia. Selain koral, Wakatobi juga memiliki 942 spesies ikan! Dengan luas terumbu karang mencapai 90.000 hektar.

Bagi wilayah yang berada di Pulau Sulawesi ini wisata bahari menjadi salah satu penopang perekonomian warga.

Maka dari itu pengelolaannya dilakukan dengan sangat serius. Supaya wisatawan nyaman untuk snorkeling dan diving di sini.

Jika kamu ingin melihat kekayaan bawah laut ini, sebaiknya kamu berkunjung di bulan Maret dan November. Selain karena faktor cuaca yang memungkinkan, kamu akan melihat hal unik yang terjadi di sini.

Setiap bulan November, laut Taman Nasional Wakatobi akan dikunjungi kawanan paus sperma. Kawanan ini biasanya menghabiskan waktu di Wakatobi selama sebulan penuh. Saat laut di belahan bumi lain sedang membeku.

Jangan lupa bawa kamera bawah laut agar kamu bisa mengabadikan keindahan bawah laut Wakatobi ini. Kalau enggak punya, kamu tenang saja. Karena kamu masih bisa menyewanya saat tiba di tempat snorkeling atau menyelam.

Pantai Sombu, Onemohute, Pulau Hoga, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko punya spot snorkeling dan diving favorit. Tenang saja, satu pulau memiliki banyak spot. Jadi kamu tidak akan rebutan dengan pengunjung lainnya.

2. Eksplor dan hunting foto di pulau-pulau eksotis

Eksplor dan hunting foto di pulau-pulau eksotis instagramable

Selain alam bawah lautnya, daratan Taman Nasional Wakatobi juga enggak kalah kece. Kamu bisa mengunjungi banyak pulau eksotis di sana. Sambil berburu foto, sunset, ataupun sunrise.

Kalau kamu suka ketenangan, kamu bisa coba mengeksplor Pulau Hoga. Pulau yang tenang ini punya hamparan pasir putih yang lembut dan air pantai yang bening. Suasana yang tenang juga bikin stres kamu langsung hilang.

Puncak Kahyangan di Pulau Tomia adalah spot favorit para fotografer. Kamu bisa mengabadikan indahnya sunset berpadu dengan pemandangan Wakatobi dari ketinggian.

Kamu juga bisa berkeliling di Danau Sombano, danau yang ada di tengah hutan mangrove. Air jernihnya selalu menggoda pengunjung. Tapi hal ini tidak diperbolehkan oleh warga sekitar.

Menurut legenda, terdapat buaya hitam di danau ini. Buaya itu dikhawatirkan akan muncul ke permukaan ketika kamu berenang di danaunya.

Kamu juga bisa mencoba wisata adrenalin di Pulau Cemara. Pulau ini banyak menyediakan permainan air seperti banana boat. Pantainya juga indah untuk diabadikan, apalagi di sore hari.

3. Mengenal mitos kolam jodoh

Mengenal mitos kolam jodoh

Goa Kontamale adalah salah satu dari 12 goa yang ada di Wakatobi. Goa ini terletak di Wanci, Wangi-wangi. Goa ini dikenal juga dengan nama Goa Telaga, karena air yang berada di bibir gua menyerupai telaga.

Tapi yang membuat goa ini terkenal bukan hanya keindahan alamnya saja. Ada mitos yang mengiringinya.

Kabarnya kalau mandi di kolam yang ada di gua, kamu akan enteng jodoh.

Mitos ini berawal dari kabar yang mengatakan zaman dulu ada pasangan kekasih yang sulit menikah. Lalu keduanya mendatangi Goa Kontamale untuk mandi di kolam. Sepulang mandi, mereka saling setuju untuk menikah dan direstui orang tua.

Kebenarannya tentu saja masih menjadi misteri hingga saat ini. Para jomblo sebaiknya mencoba berkunjung ke sini. Tak mau mandi di kolam pun kamu bisa mendapatkan foto kece stalaktit yang menghiasi dinding goa.

Baca Rekomendasi: 9 Aktivitas Seru di Pantai Galesong (Santai Sambil Mantai)

4. Mengintip pulau milik penyu

Mengintip pulau milik penyu yang lucu

Di Taman Nasional Wakatobi ada sebuah pulau yang tak berpenghuni. Pulau dengan nama Pulau Seribu Penyu ini hanya dihuni oleh penyu-penyu saja. Penyu adalah tuan rumah di pulau ini.

Pulau Seribu Penyu terletak di Pantai Anano. Disebut sebagai Seribu Penyu karena di pulau ini terdapat koloni penyu hijau dan penyu sisik yang singgah untuk bertelur.

Penyu hijau dan penyu sisik adalah dua hewan yang dilindungi. Demi proses pelestarian dan melindungi keduanya, mereka akhirnya bebas tinggal di pulau ini. Makanya bisa dibilang pulau ini memang pulau milik penyu.

5. Bercengkrama dengan para pandai besi

persatua ketika Bercengkrama dengan para pandai besi

Nama lain dari Wakatobi adalah Kepulauan Tukang Besi. Julukan ini diberikan karena masyarakatnya yang pandai mengolah besi menjadi berbagai perkakas. Wakatobi juga dikenal sebagai penghasil keris tradisional yang berkualitas.

Para pandai besi tersebar di beberapa wilayah di Wakatobi. Tapi yang paling populer adalah di Pulau Binongko.

Kamu bisa bercengkrama dengan para pandai besi ini sambil melihat proses mereka membuat perkakas.

Selain menambah wawasan, kamu juga bisa mengenal lebih jauh kebudayaan dan kebiasaan warga lokal.

6. Berkunjung ke Desa Suku Bajo

Berkunjung ke Desa Suku Bajo

Kamu pernah mendengar suku yang tinggal di tengah laut? Ya, mereka adalah suku Bajo. Agar bisa mengunjungi mereka kamu harus naik speedboat selama 15 jam.

Suku Bajo memang benar-benar membuat rumah mereka di tengah laut. Rumah terapung yang nyaman bagi mereka. Kampung tempat mereka tinggal disebut dengan Kampung Terapung.

Kini Suku Bajo bisa kamu temui di pertengahan laut Wakatobi. Berkunjung ke Kampung Terapung bisa memuaskan rasa ingin tahu kamu tentang kehidupan mereka di atas laut.

7. Belajar di Hutan Lindung Tindoi

Belajar di Hutan Lindung Tindoi yang masih asri

Hutan Tindoi terletak di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, sekitar 10 KM dari kota Wanci. Hutan ini merupakan hutan lindung yang dikeramatkan oleh warga empat desa. Desa tersebut adalah Desa Posalu, Desa Waginopo, Desa Tindoi, dan Desa Tindoi Timur.

Manfaat hutan lindung cukup banyak bagi bumi dan masyarakatnya. Salah satunya menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman flora dan fauna di dalamnya. Oleh karenany, warga sekitar sangat menjaganya.

Sebagian besar tumbuhan yang ada di sini adalah tumbuhan khas hutan hujan tropis yang eksotis. Karena banyaknya pohon, udara di sini pun sungguh sejuk.

8. Mencicipi ciri khas kuliner Wakatobi

Mencicipi ciri khas kuliner Wakatobi

Jalan-jalan ke suatu tempat tidak akan pernah lengkap kalau kamu tidak mencoba kulinernya. Keanekaragaman kuliner bisa jadi ciri khas suatu daerah. Makanya Indonesia kaya sekali akan keberagaman kuliner.

Saat berkunjung kamu wajib mencoba Kasuami yang jadi makanan pokok warga Wakatobi. Kasuami dibuat dari singkong yang diparut dan dimasak dengan cetakan kerucut. Masyarakat Wakatobi menjadikan singkong sebagai menu utama karena sulitnya menanam padi di sana.

Kasuami paling mantap dimakan dengan Ikan Parende. Ikan bakar yang dibumbui dengan saus belimbing. Sup ikan Parende pun mantap dinikmati dengan kasuami.

9. Serunya melihat beragam festival tahunan

serunya melihat beragam festival tahunan di wakatobi

Pergi berwisata bukan hanya menikmati keindahan alamnya saja. Tapi juga mengenal budayanya lebih dalam akan membuat wisata jadi lebih seru. Kamu bisa mengenal kebudayaan mereka lewat festival tahunan yang sering digelar.

Wakatobi Wave Festival adalah festival yang paling populer di Wakatobi. Di sini kamu bisa melihat tarian tradisional, permainan tradisional, karnaval pakaian, hingga mencicipi makanan tradisionalnya. Festival ini biasanya diadakan setiap bulan November.

Sementara festival bertaraf internasional yang digelar di Wakatobi adalah Sail Indonesia. Wisatawan akan diajak berkunjung ke beberapa pulau. Selain menikmati keindahan alam di pulau-pulau tersebut, para wisatawan juga kan disambut beragam upacara adat Wakatobi.

Baca Juga: Danau Linow, Danau Cantik Dengan 3 Warna Kebanggan Tomohon

Wisata di Sekitar Taman Nasional Wakatobi

Pada dasarnya Taman Nasional Wakatobi terletak jauh dari wilayah lainnya di Sulawesi Tenggara. Jika kamu melihatnya di peta dunia, Wakatobi dan Sulawesi Tenggara terpisahkan oleh laut.

Namun, jika kamu memang tertarik berkunjung ke tempat wisata lainnya usai dari Wakatobi kamu bisa berkunjung ke beberapa tempat berikut.

1. Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton
https://www.instagram.com/yulialintang/

Benteng yang terletak di Kota Bau Bau ini dibangun tahun 1634 dan merupakan benteng pribumi terluas. Luasnya mencapai 23.375 hektar dengan panjang 2.7 kilometer. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang.

Sampai saat ini Benteng Keraton Buton masih dipelihara dengan baik. Masih banyak peninggalan sejarah yang tersimpan dengan rapi di sini.

2. Air Terjun Samparona

Air Terjun Samparona

Bosan dengan laut, kamu bisa mencoba wisata ke daerah pegunungan dengan berkunjung ke air terjun. Salah satu yang wajib kamu kunjungi di Bau bau adalah Air Terjun Samparona. Jernihnya air dan sejuknya udara khas pegunungan bikin kamu relaks.

Demi bisa melihat air terjun yang jadi primadona ini kamu harus melalui jalan yang cukup terjal dan berliku. Perjalanan ditempuh dengan jalan kaki sejauh 4 KM. Tapi semua terbayarkan begitu sampai di air terjun.

3. Danau Ubur-ubur Lohia

pemandangan Danau Ubur-ubur Lohia
https://www.instagram.com/ittyydiyaz/

Berenang bersama ubur-ubur mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya di pikiranmu. Tapi kamu harus mencobanya saat berkunjung ke Pulau Muna. Tepatnya di Danau Ubur-ubur Lohia.

Kamu juga akan tetap merasa aman ketika berenang bersama ubur-ubur di sini. Karena ubur-ubur yang ada di danau ini tergolong pada jenis yang tidak menyengat. Meskipun tidak sebanyak di Kakaban, berenang bersama ubur-ubur di sini tetap seru kok.

4. Danau Moko

Danau Moko
https://www.instagram.com/ometslamet/

Danau Moko adalah salah satu danau yang terkenal di Pulau Muna. Airnya yang jernih kebiruan dan udaranya yang sejuk tentu saja jadi daya tarik utama. Tapi ada hal menarik lainnya di danau air payau ini.

Ada penyu yang siap menemani kamu selama berenang di sini. Meskipun penyu termasuk jinak, sebaiknya kamu tidak terlalu menganggunya saat berkunjung nanti.

5. Bukit Wantiro

hal menarik di Bukit Wantiro

Nah, kalau yang satu ini bisa disebut sebagai wisata nongkrong bagi anak muda Bau Bau. Dari bukit Wantiro kita bisa melihat keindahan laut yang tepat berada di bawahnya. Apalagi ketika matahari terbenam menyapa.

Lihat Review: 5 Aktifitas yang Bisa Kamu Lakukan di Taman Nasional Bunaken

Di sepanjang bukit banyak pedagang yang berjualan. Sehingga kamu bisa bercengkrama sore bersama sahabat atau keluarga dengan nyaman.

9 Hal seru yang jadi daya tarik Taman Nasional Wakatobi ini wajib kamu coba. Saking luas tempatnya, luangkanlah waktu yang lebih banyak untuk mengenal zona konservasi ini. Sehingga kamu bisa mengenal sejarahnya juga dan berbagi cerita bersama kawan.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *