Waduk Jatibarang

7 min read

Keindahan Waduk Jatibarang

Sedang mencari tempat wisata di Semarang terbaru? Yuk berkunjung ke Waduk Jatibarang. Bendungan luas dengan sejuta pesona ini menjadi destinasi wisata terfavorit keluarga. Siapa yang tidak ingin mengarungi bendungan luas dengan perahu berlatar belakang panorama alam?

Waduk ini dibangun selama 4 tahun dan mulai diisi airnya pada tanggal 5 Mei 2014 yang bertepatan dengan hari air sedunia. Tempat wisata ini masih dibilang baru karena mulai diresmikan pada tanggal 11 Mei 2015 oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat.

Asal usul pembuatan bendungan ini adalah karena Kota Semarang sering dilanda banjir besar, terutama pada tahu 1973, 1988, 1990, dan 1993. Oleh karena itu, pemerintah setempat memberikan sebuah solusi dengan menghadirkan waduk ini sekaligus dijadikan destinasi wisata.

Lokasi Waduk Jatibarang

Lokasi waduk ini berada di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati, Semarang. Alamat lengkapnya adalah di Jl. Jatibarang, Kedungpane, Mijen.

Tempat wisata ini areanya sangat luas. Saking luasnya, tempatnya berada di dua kecamatan dan empat kelurahan sekaligus. Waduk ini berada di kecamatan Gunungpati dan kecamatan Mijen. Untuk kelurahan, berada di kelurahan kandri, kelurahan jatirejo, kelurahan kedungpane, dan kelurahan jatibarang.

Jika kamu sedikit bingung, pintu masuk kawasan wisata ini berada di kecamatan Gunungpati. Pastikan kamu sampai di kecamatan yang tepat, ya.

Jalan Menuju Waduk Jatibarang

Jalan menuju tempat wisata yang satu ini cukup mudah. Jarak dar bandara Ahmad Yani Semarang hanyalah sekitar 13 km dengan waktu tempuh 40 menit menggunakan mobil.

Waduk ini juga berada di jalan besar yang dilalui angkutan umum. Jika Kamu ingin menggunakan angkutan umum, naiklah dengan rute ke arah Goa Kreo. Namun, jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa mengambil jalur Kalibanteng.

Bagi kamu yan mengambil Jalur Kalibanteng, kamu bisa memilih Jl. Abdul rahman Saleh lalu ke Desa Sadeng, Gunungpati. Desa ini merupakan penghubung kamu menuju Waduk Jatibarang.

Tiket Masuk Waduk Jatibarang

Salah satu alasan mengapa waduk ini sangat ramai dikunjungi ketika akhir pekan adalah karena memiliki biaya tiket masuk yang sangat murah, yaitu hanya Rp5.500 saja per orang. Namun, untuk akhir pekan/hari libur, tiket masuknya naik menjadi Rp10.000.

Kamu bisa membeli tiket masuk saat jam buka pelayanan, yaitu mulai dari jam 05.00 pagi hingga jam 18.00 sore. Bagi kamu yang membawa kendaraan pribadi, maka dikenakan biaya parkir sebesar Rp3.000.

Fasilitas Waduk Jatibarang

Di destinasi wisata yang menjadi favorit keluarga ini, kamu akan disediakan fasilitas yang cukup lengkap. Fasilitas tersebut dapat dilihat dibawah ini.

1. Area parkir yang luas di dekat bibir bendungan
2. Arena wisata kuliner untuk penghilang lapar dan dahaga
3. Toilet bersih
4. Musolla untuk keperluan ibadah
5. Plaza pertunjukkan untuk tempat pementasan kesenian yang dapat menampung ratusan orang.
6. Gardu gandang setinggi 12 meter
7. Pedestrian berwarna-warni
8. Halte untuk pengunjung yang ingin naik angkutan umum

Lihat Review: Candi Arjuna Dieng, Objek Wisata Sejarah yang Instagramable

Daya tarik Waduk Jatibarang

Waduk ini memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan di Kota Semarang maupun luar daerah beramai-ramai mengunjungi tempat ini. Berikut ini akan dijelaskan 9 daya tarik yang dimiliki oleh Waduk Jatibarang:

1. Memiliki Daya Tampung yang Besar

Waduk ini Memiliki Daya Tampung yang Besar

Tahukah kamu, bahwa waduk ini memiliki daya tampung air yang cukup besar? Daya tampungnya bisa mencapai 20,4 juta meter kubik, lho. Dengan begitu, waduk ini sangat ampuh untuk mengendalikan bencana alam berupa banjir.

Selain itu, waduk ini juga memiliki fungsi untuk menyediakan air baku hingga mencapai 1.050 liter/detik dan juga sebagai upaya pelestarian fungsi konservasi di Daerah Aliran Sungai.

2. Goa Kreo

Salah satu daya tarik dari waduk ini adalah adanya pulau kecil di dalamnya, yang bernama Pulau Kreo. Pulau kecil ini dipakai oleh pihak pengelola wisata untuk mengembangbiakkan sekitar 500 ekor lebih monyet.

Nah, banyak orang penasaran untuk kesini hanya untuk melihat monyet-monyet berekor panjang. Hal inilah yang membuat tempat ini berbeda dengan situs wisata lainnya.

Selain itu, hal yang menjadi daya tarik Goa Kreo adalah kepercayaan penduduk setempat yang meyakini bahwa tempat ini adalah petilasan dari salah satu walisongo terkemuka bernama Sunan Kalijaga.

Kala itu, Sunan Kalijaga sedang mencari kayu untuk bahan pembangunan Masjid Agung Demak yang kini melegenda. Lalu, beliau bertemu dengan sekumpulan kera yang akhirnya beliau suruh untuk menjaga kayu tersebut.

Hal inilah mungkin yang menjadi asal usul penamaan “Kreo” yang berasal dari Bahasa Jawa “ngreho” yang artinya perintah untuk menjaga.

Untuk menuju kesini, pengunjung diharuskan menyebrangi jembatan gantung yang berada tepat di atas waduk dengan anak tangga yang cukup banyak.

3. Merupakan Bendungan yang Luas

Tidak hanya memiliki tingkat kedalaman yang tinggi, bendungan ini juga sangat luas, yaitu sekitar 189 hektar. Saking luasnya, kamu bisa mengarungi danau raksasa ini dengan perahu, lho.

Pemandangannya yang berupa alam perbukitan tampak sangat indah., cocok untuk dijadikan spot foto bersama teman atau saat preweding bersama pasangan. Di sisi selatan waduk ini terdapat dua tebing tinggi yang indah membentang, apalagi jika dilihat saat matahari tenggelam.

4. Memancing Ikan di Tengah Perairan Waduk yang Tenang

Menariknya, kamu juga bisa memancing ikan ketika sudah berada di tengah waduk nanti menggunakan perahu sewaan, lho! Ikan-ikannya sangat banyak dan ukurannya juga besar-besar.

Disini kamu bisa menemukan aneka jenis ikan seperti nila, gabus, kakap putih, bawal, dan graskap. Bahkan, ada ikan yang beratnya lebih dari 5 kg, lho!

Namun, sampai saat ini belum ada pengunjung yang berhasil mendapatkan ikan dengan bobot lebih dari 5 kg. Rekor tertinggi ikan yang pernah didapatkan adalah ikan lele yang beratnya lebih dari 3 kg. Dengan begitu, setelah berwisata kamu bisa membawa ikan pulang untuk disantap di rumah, deh!

Jika kamu tertarik ingin memancing, ada sederet peraturan yang harus kamu patuhi. Peraturan tersebut adalah dilarang menyetrum, meracun ikan, dan menjala. Hal ini berguna untuk menjaga keseimbangan ekosistem perikanan yang ada di waduk.

5. Wisata Perahu

Dengan pemandangan yang indah di sekeliling waduk, sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Kamu bisa mencoba berpetualang menjelajahi waduk ini dengan berwisata perahu.

Di tempat ini, ada sekitar 11 perahu mesin (speed boat), 1 jet ski, dan 6 perahu kayu. Semuanya lalu lalang mengaruhi perairan waduk ini. Kapasitas masing-masing perahu adalah maksimal 4 orang dengan 1 supir/pemandu.

Bagi kamu yang tertarik untuk berwisata perahu, kamu cukup memilih paket A atau B. Paket A menawarkan fasilitas keliling ke seluruh pelosok waduk dengan biaya htm sebesar Rp100.000/orang. Sedangkan, untuk paket B kamu akan diberi fasilitas keliling separuh daerah waduk dengan biaya htm sekitar Rp60.000/orang.

Dengan biaya tersebut, perahu kamu akan melaju dengan kecepatan tinggi dan memecah ombak perairan yang tenang. Kamu dapat menikmati panorama alam yang indah dengan udara sejuk yang bisa melepas penat dan membuat pikiran menjadi segar.

Jangan khawatir akan tenggelam, karena kamu akan disediakan pelampung sebagai keamanan.

6. Menyaksikan Acara Tahunan Nyadran

Warga Desa Kandri biasanya menggelar acara tahunan bernama nyadran sebagai wujud syukur di Waduk Jatibarang. Di acara ini, kamu akan melihat ratusan warga yang mengarak gunungan berisi nasi tumpeng dan palawija.

Warga mengarak gunungan menuju bibir waduk lalu menaiki perahu dan membawanya ke tengah-tengah waduk. Di tengah waduk, warga melakukan ritual dan berdoa bersama guna memohon keberkahan.

Acara ini memang dirutinkan setiap tahun guna melestarikan budaya setempat dan juga menarik wisatawan luar daerah agar mengunjungi tempat ini.

Baca Rekomendasi: 24 Tempat Wisata Karanganyar Terhits dan Terbaru

7. Mitos yang Beredar

Ada sebuah mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat setempat mengenai kisah dibalik Gua Kreo dimana Sunan Kalijaga mencari kayu untuk membangun Masjid Agung Demak. Konon katanya, kayu yang terbuat dari Pohon Jati ini bisa berpindah-pindah sendiri.

Saat proses pemotongan, kayu-kayu ini bergerak menjauh dengan sendirinya dan suka berpindah di beberapa tempat yang berbeda. Namun, Sunan Kalijaga pantang menyerah dalam mencari keberadaan kayu-kayu tersebut.

Saat menemukannya, Sunan Kalijaga akhirnya memutuskan untuk mengikat kayu-kayu tersebut dengan sebuah selendang. Setelah itu, beliau istirahat sebentar dan memikirkan bagaimana caranya agar kayu-kayu yang sudah ditebang bisa dibawa ke Kota Demak.

Lalu, datanglah beberapa kera yang ingin ikut bersama Sunan Kalijaga. Beliau pun menolak, namun sebagai gantinya beliau malah memberikan lahan untuk ditinggali kera-kera tersebut. Lahan inilah yang akhirnya menjadi Goa Kreo seperti sekarang.

8. Memiliki Air Terjun

Di waduk sebelah utara, terdapat air terjun yang sangat menarik untuk kamu kunjungi. Konon katanya, air terjun disini diyakini tak pernah kering airnya, walaupun sedang musim kemarau sekalipun.
Air terjun disini berasal dari beberapa mata air. Selain itu, airnya jua sangat jernih.

9. Berwisata kuliner

Ada banyak rekomendasi tempat makan lezat yang bisa kamu santap bersama keluarga ketika berkunjung disini. Salah satunya adalah Ayam dan Bebek Goreng Pak Thori.
Tempat ini lokasinya berada di Jl. Raya Manyaran, Gunungpati. Waktu tempuhnya hanya 7 menit dari Goa Kreo.

Selain itu, bagi kamu yang tertarik ingin makan makanan khas Semarang bisa mencicipi nasi gandul yang berada di Jl. KH Ahmad Dahlan. Tempat makan ini milik Pak Subur dan sudah menjadi langganan wisatawan karena kelezatannya.

Wisata dekat Waduk Jatibarang

Masih belum puas menjelajahi Kota Semarang dan penasaran ingin berkeliling ke tempat wisata lain? Tenang, ada beberapa tempat wisata dekat dengan waduk yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Simak 4 tempat wisata berikut sebagai bahan referensi kamu:

1. Desa Kandri

Searah menuju ke lokasi wisata waduk, kamu akan melewati sebuah desa wisata yang bernama Desa Kandri. Disini, ada banyak souvenir dan makanan daerah khas Semarang yang bisa kamu santap bersama keluarga.

Jarak Desa Kandri sangat mudah dijangkau, yaitu hanya 1,6 km saja dari waduk. Ada banyak spot foto yan menarik wisatawan untuk berkunjung ke sini. Spot foto yang paling diincar adalah awan, salju, dan sakura.

Selain itu, daya tarik Desa Kandri adalah sisrem pertanian dan sistem sosialnya yang menarik untuk diulik. Di desa ini, lingkungan dan tradisi penduduknya masih sangat terjaga. Tak heran jika tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan.

2. Pagoda Avalokitesvara

Alternatif wisata dekat waduk lainnya adalah Pagoda Avalokitesvara. Bangunan yang bisa kamu lihat disini adalah Vihara Dhammasala, patung Kwan Im, patung Buddha tidur, dan Monumen Watugong.

Jarak Pagoda Avalokitesvara hanya sekitar 4 km saja dari waduk. Lokasinya berada di Jl. Perintis kemerdekaan, Banyumanik.

Daya tarik Pagoda ini adalah bangunannya yang menjulang tinggi hingga 45 meter dengan 7 tingkat. Bahkan, pagoda ini dinobatkan menjadi pagoda tertinggi di Indonesia. Di dalamnya, terdapat patung Im Pho Sat yang tingginya menyentuh di semua tingkat.

Tempat wisata yang satu ini tidak mematok tarif khusus tiket masuk, kamu hanya diperbolehkan menyumbang seikhlasnya.

Baca Selengkapnya: 20 Tempat Wisata di Semarang Terbaru dan Terkeren

3. Istana Bukit Cinta

Jika sudah sampai di kawasan waduk jangan lupa untuk mampir ke Istana Bukit Cinta yang ikonik. Letak tempat ini ada di tepian waduk di Desa Jamalsari, kecamatan Mijen. Kabarnya, Bukit Cinta dibangun setelah pemerintah menanamkan 1000 pohon di desa tersebut.

Pemandangan waduk terlihat sangat indah dari ketinggian bukit. Selain itu, kamu juga bisa merasakan hawa sejuk dan teduhnya pepohonan yang menjulang tinggi disana.
Jarak istana Bukit Cinta dari waduk sangat dekat, yaitu hanya 1,6 km saja. Untuk menuju kesini, dari Kota

Semarang kamu bisa mengambil jalur Jl. Ngaliyan, lalu menuju rute Jatibarang, tepat di Pabrik Kubota masuk. Nah dari situ ikuti jalannya hingga sampai di Desa Jamalsari. Tempat ini buka dari jam 06.00 pagi hingga 18.00 sore dan tidak dikenai biaya tiket masuk.

4. Gedung Lawang Sewu

Berkunjung ke Semarang tidak lengkap rasanya jika belum mampir ke tempat paling ikonik di kota ini. Ya, apalagi kalau bukan Lawang Sewu yang diyakini memiliki pintu berjumlah seribu ini.

Tempat ini diyakini merupakan tempat paling mistis dan angker di Kota Semarang. Bangunannya yang bergaya Eropa mengingatkan pada zaman kolonial Belanda. Jaraknya dari waduk cukup dekat, yaitu sekitar 12,1 km saja.

Jika ingin uji nyali, waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lawang Sewu adalah ketika malam hari. Harga tiket masuknya sekitar Rp10.000 dengan jam buka pelayanan mulai dari jam 07.00 pagi hingga 21.00 malam.

Tips Wisata ke Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang merupakan bendungan yang luas dengan tingkat kedalaman yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan ekstra hati-hati ketika ingin berwisata disana. Berikut ini ada tips untuk kamu yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini bersama keluarga/teman-teman:

1. Membawa Makanan Alami

Tips ini sangat berguna jika kamu ingin mengunjungi Goa Kreo. Pasalnya, monyet-monyet yang ada disana sangat gemar memakan makanan yang dibawa oleh pengunjung setempat. Bawalah makanan alami seperti buah-buahan atau kacang.

Hindari memberi makanan ringan yang mengandung bahan kimia dan pengawet. Hal ini berguna untuk menjaga kesehatan monyet-monyet disana.

Tak hanya gemar makan, monyet-monyet disana juga senang diajak bermain, lho! Oleh karena itu, jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen saat monyet mengambil makanan dari tanganmu,ya!

2. Membawa Minuman dan Menyiapkan Stamina saat Menuju Goa Kreo

Akses jalan menuju Goa Kreo memiliki anak tangga yang cukup banyak. Kamu diharuskan untuk mendaki anak-anak tangga jika ingin mengunjungi tempat ini. Medannya juga cukup curam sehingga kamu harus ekstra hati-hati, terlebih lagi jika membawa anak-anak.

Siapkan minuman dan stamina yang fit agar kamu tidak kelelahan atau dehidrasi saat perjalanan.

3. Datang di saat Waktu yang Tepat

Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke waduk adalah saat pagi/sore hari. Hindari berkunjung pada siang hari karena matahari sangat terik.

Usahakan pula untuk datang selain di akhir pekan/ hari libur, guna menghindari kemacetan dan kepadatan pengunjung. Dengan begitu, kamu juga lebih leluasa dalam berselfie di spot-spot foto yang instagramable dan tidak perlu antri panjang.

4. Mencari Info Tentang Lokasi dan Sebagainya

Tempat wisata ini merupakan bendungan terluas di Indonesia. Oleh karena itu, jangan sampai kamu dan keluarga tersesat didalamnya.

Untuk menghindari hal ini, siapkan bekal informasi sebanyak-banyaknya dari internet atau dari masyarakat setempat agar tidak kebingungan. Pastinya kamu tidak mau waktumu terbuang percuma hanya karena kesulitan mencari tempat, bukan?

Baca Juga: 11 Rekomendasi tempat wisata Bandungan Terkeren

Nah, itu tadi 9 daya tarik Waduk Jatibarang, bendungan cantik di Kota Semarang. Semoga dengan informasi ini dapat menambah referensi destinasi wisata kamu selanjutnya ya!

0

Ngarai Sianok

Zuhrufi
10 min read

Ocarina Batam

Zuhrufi
5 min read

Omah Kayu

Zuhrufi
5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *